15 Februari 2009

KOMET

KOMET

Komet adalah benda angkasa yang mirip asteroid dan juga sering di sebut bintang berekor, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet yang cerah pastinya menarik perhatian ramai.

Ada beberapa jenis komet di antaranya:
1.Komet Halley
Komet Halley, secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley, adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061.
2.Komet Encke
Komet Encke (secara resmi dinamai 2P/Encke) adalah sebuah komet periodik dengan periode 3,3 tahun, dinamai menurut Johann Franz Encke, yang melalui studi kerasnya pada orbit komet tersebut dan melalui banyak perhitungan dapat menghubungkan pengamatan terdahulu pada 1786 (2P/1786 B1), 1795 (2P/1795 V1), 1805 (2P/1805 U1) dan 1818 (2P/1818 W1) pada satu obyek yang sama. Pada 1819 ia menerbitkan kesimpulannya pada jurnal Correspondance astronomique, dan memprediksi dengan tepat kemunculan sang komet pada 1822 (2P/1822 L1).
Dari penyebutan nama resminnya, dapat diketahui bahwa Encke adalah komet periodik kedua yang ditemukan setelah Komet Halley (yang dikenal juga sebagai 1P/Halley). Tidak seperti biasanya, komet Encke dinamai berdasarkan orang yang berhasil menghitung orbitnya dan bukan yang menemukannya (Pierre M├ęchain).
3.Komet Hyakutake
Komet Hyakutake (kode resmi: C/1996 B2) adalah sebuah komet yang ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi amatir asal Jepang, Yuji Hyakutake. Komet ini melintasi Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada Maret tahun tersebut (paling dekat pada 25 Maret), salah satu lintasan komet yang terdekat dalam 200 tahun, sehingga tampak terang dan dapat dilihat oleh banyak orang di sepanjang dunia.
Hasil penelitian ilmiah terhadap komet ini menunjukkan adanya emisi sinar-X dari komet tersebut; pertama kalinya sebuah komet diketahui melakukan hal tersebut. Selain itu, Hyakutake adalah komet dengan ekor terpanjang yang diketahui hingga kini.
Hyakutake adalah sebuah komet periode panjang. Sebelum perjalanannya melewati tata surya, periode orbitnya mencapai sekitar 15.000 tahun, namun pengaruh gravitasi dari planet-planet raksasa (atau "raksasa gas," yang terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) telah meningkatkannya hingga 72.000 tahun.

Ciri fisik
Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.oleh karena itu komet sering juga di sebut dengan sebutan bintang beekor.
Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor,karena komet tersebut jauh dengan matahari.
Bagian-Bagian komet adalah inti,koma,awan hidrogen dan ekor. Inti dan koma membentuk kepala komet.berikut ini bagian-bagian komet:
1.inti(nucleus) merupakan bagian yang stabil dan padat terdiri dari es dan gas dengan sedikit debu dan matrial lainnya.
2.koma(coma) awan padat terdiri dari karbondioksida dan gas netral hasil sublimasi dari intinya. Bagian ini terletak disekeliling inti.
3.awan hidrogen adalah awan yang sangat besar,besarnya bisa mencapai jutaan kilometer diameternya.
4.ekor komet, ekor komet panjangnya bisa mencapai 10 juta km yang terdiri dari debu dan asap.
Ciri orbit
Orbit adalah Lintasan benda-benda langit yang mengelilingi matahari.
Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips.
Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang dari pada orbit planet.komet merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yg terlihat mempunyai cahaya dikarenakan adanya gesekan-gesekan atom-atom di udara.
Asal-usul
Ternyata ada kepercayaan yang mengaitkan kedatangan komet dengan munculnya bencana, seperti wabah, peperangan, dan paceklik. Dalam rekaman Babad Tanah Jawi dikisahkan pertarungan keris pusaka Kyai Sangkelat dan Kyai Condongcatur milik kerajaan Majapahit. Ternyata, Kyai Condongcatur kalah dan ujung kerisnya patah. Kemudian oleh Prabu Brawijaya, Raja Majapahit waktu itu, keris itu diperbaiki dengan cara ditempa. Sesaat akan dipalu, Kyai Condongcatur melesat ke langit, berubah menjadi komet dan mulai melakukan balas dendam dengan menurunkan bencana.
Beberapa contoh yang mengaitkan komet dengan bencana adalah peristiwa kedatangan Komet Ikeya-Seki pada tahun 1965 dengan G30S PKI. Lalu, kejatuhan kerajaan Normandia pada tahun 1066 oleh kerajaan Inggris.
Kehadiran ilmu pengetahuan modern menjadikan manusia bisa memandang kedatangan komet secara rasional. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah dari mana asalnya komet itu?
Adalah seorang astronom Belanda, Jan Oort mengemukakan teori bahwa Tata Surya dikelilingi awan dengan jari-jari antara 50.000 SA-100.000 SA. Awan ini tersusun dari materi berukuran kecil yang menjadi tempat pembentukan dan kemunculan komet. Untuk menghormati Jan Oort, awan itu lalu dinamai Awan Oort, dengan perkiraan populasi komet sekitar seratus triliun dan bermassa total 10-100 kali massa Bumi. Akibat gangguan bintang-bintang sekitar Matahari terhadapnya, sebagian materi awan jatuh ke bidang Tata Surya, selanjutnya tertarik oleh gravitasi Matahari dan bergerak ke pusat Tata Surya.
Fred L Whipple, astronom dari Universitas Harvard, mengusulkan pertama kali di tahun 1950 mengenai struktur komet yang berupa gumpalan es kotor (Dirty Snowballs) berdiameter 1-10 kilometer karena tersusun dari beragam senyawa seperti karbondioksida, sianida, amonia, metana, air, serta berbagai macam logam yang bercampur dengan debu dan batuan.
Ketika komet bergerak mendekati Matahari pada jarak kurang dari 3 SA, muncullah selubung gas dan debu yang berukuran 100.000 hingga 1 juta kilometer, yang dinamai Coma. Dalam bahasa latin Coma berarti 'rambut'. Dari kata inilah sebutan komet berasal. Gas dalam Coma beragam seperti CO, CO, HCN, CH, CN, air dan formaldehid. Coma ini diselubungi oleh awan hidrogen berukuran jutaan kilometer yang muncul dari disosiasi radikal hidroksil (OH) akibat radiasi Matahari pada materi yang ada di Coma.
Saat jarak komet kian dekat ke Matahari muncullah ekor komet akibat partikel-partikel yang dipancarkan Matahari (embusan angin Matahari) menguapkan materi yang menyelubungi inti komet. Ada dua jenis ekor Matahari, yaitu ekor ion yang arahnya selalu menjauhi Matahari (segaris arah Matahari-komet), dan ekor debu yang berarah melengkung ke Matahari, akibat tarikan gravitasi Matahari. Meskipun ekor itu sedemikian panjang, kerapatannya amat kecil, bahkan lebih kecil dari kerapatan ruang hampa yang mampu dibuat di Bumi.
Semakin dekat ke Matahari, maka ekor komet kian panjang. Materi yang hilang pun kian banyak. Sebaliknya, ketika menjauhi Matahari, ekor komet memendek. Komet pun kembali ke bentuk semula, namun dengan massa yang telah berkurang, ketika berada jauh dari Matahari menuju ke tempat asalnya.
Namun, tidak semua komet memiliki nasib seperti itu. Ada komet yang ditakdirkan hancur akibat gravitasi Matahari seperti Komet West yang ditemukan pada tahun 1976. Selain gravitasi Matahari, juga ada yang tertarik oleh gravitasi planet raksasa, Yupiter, yaitu Komet Halley. Komet yang terkenal ini dihitung elemen orbitnya oleh astronom Inggris, Edmund Halley, pada tahun 1705 dan ditemukan periode orbitnya yaitu setiap 76 tahun sekali. Komet yang juga mengitari planet raksasa akan memiliki bentuk orbit yang amat eksentrik, kelengkungannya besar.
Dalam catatan sejarah, pengamatan komet sudah dilakukan ratusan tahun lalu. Seiring perkembangan teknologi pengamatan, penemuan komet semakin banyak. Sudah ada ribuan komet yang ditemukan sekarang ini. Sering komet diberi nama sesuai dengan nama penemunya, baik seorang, dua atau lebih, bila ditemukan secara serentak. Contohnya Komet Shoemaker-Levy 9 yang sebagian materinya menabrak Yupiter pada tahun 1994. Komet itu ditemukan oleh pasangan Eugene dan Carolyn Shoemaker serta David H Levy pada 23 Maret 1993.
Tata cara penamaan lainnya adalah menurut tahun ditemukan dan diikuti huruf kecil pada tahun ditemukannya. Misalnya, komet ketujuh yang ditemukan pada tahun 2004 adalah 2004g.
Sebuah Komet Berwarna Hijau Sedang Mendekati Bumi
Situs Web NASA melaporkan bahwa komet hijau bernama Lulin sedang mendekati Bumi. Pada 24 Februari jarak antara komet dengan Bumi akan mencapai jarak minimum, diduga luminosity (kilauannya) bisa mencapai 4-5, di daerah pedesaan yang langitnya gelap dapat melihat bayangan komet yang indah.
Menurut laporan astronomi Taipei Museum Taiwan bahwa "komet Lulin" pada 11 Juli 2007 ditemukan bersama oleh asisten pengamat Lulin Sky Survey, LUSS dari Institute of Astronomy, National Central University Taiwan Lin Qisheng dan Ye Quanzhi dari Sun Yat-sen University Guangzhou China, dengan menggunakan teleskop 41 cm dari Lulin Observatory Central University; ditemukan terletak di konstelasi Aquarius dengan luminosity hanya 19.
Organisasi komet internasional menetapkannya sebagai komet non-siklus, pada paruh bulan pertama bulan Juli 2007 ditemukan karakteristik komet ketiga, dan diberi No C/2007 N3, dan dinamakan sesuai dengan nama Observatory-nya "Lulin". Komet Lulin adalah komet pertama yang ditemukan oleh Taiwan yang diberi nama, juga adalah komet pertama yang ditemukan secara bersama oleh Taiwan dan China.
Waktu pengamatan terbaik "komet Lulin " adalah pada tanggal 17 Februari hingga akhir Februari, pada 24 Februari jarak antara komet dengan Bumi mencapai jarak minimum, diduga luminosity bisa mencapai 4-5. Di daerah pedesaan yang langitnya gelap dapat melihat bayangan komet yang indah ini. Ketika jarak komet Lulin paling dekat dengan Bumi, ia akan berjarak 38 juta mil dari Bumi, tidak ada efek negatif terhadap Bumi.
Biro Cuaca stasiun astronomi Taiwan berkata komet Lulin saat ini diidentifikasi sebagai komet non-siklus (sekali ini setelah mengunjungi Bumi hilang tak akan kembali) atau komet siklus panjang (siklus mengunjungi Bumi lebih dari dua ratus tahun), yang berarti bahwa "dalam seumur hidup kita hanya berkesempatan sekali ini saja dapat melihatnya."
Atmosfer komet Lulin besarnya sama dengan Jupiter, gas yang membentuk atmosfer komet ini, adalah kunci penampakkan hijaunya. Aliran udara yang tersembur dari inti komet ini, termasuk sianida (semacam gas beracun yang banyak ditemukan dalam komet) dan divalent karbon (C2). Kedua zat ini di bawah sinar matahari dalam lingkungan vakum sekitar komet, akan memancarkan cahaya hijau. (dajiyuan/lim).

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/komet
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1863133-komet-dan-bagian-bagiannya/
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1097934390

OLEH:
BIMAR FERRIAN DEA KUSUMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar